Postingan

Sebening Rasa (Novel)

Gambar
OPEN PO 02 s/d 16 Maret 2020 Judul : Sebening Rasa Penulis: Ambisi Penulis Tebal Buku : 148 Halaman Harga : 47.000 (Belum ongkir) Blurb: Rindu merasa, ia dilahirkan hanya untuk dilukai, bahkan orang tuanya sendiri juga membencinya. Di sekolah, Rindu menjadi sasaran empuk bullying. Hingga suatu hari, Rindu menemukan sahabat baru. Namun, semuanya tidak bertahan lama, karena dalam persahabatan mereka, banyak sekali masalah yang datang. Rindu terpuruk, ia hampir putus asa, tapi syukurlah ada guru yang sangat menyayanginya. Guru tersebut selalu mendukung Rindu, hingga akhirnya Rindu pun bangkit dan mencoba bahagia. Rindu yang merasa banyak berbuat salah selama ini, ketika selesai SMA, ia pun memutuskan untuk masuk ke pondok pesantren. Di sinilah kehidupan Rindu berubah, ia banyak mengenal hal baru. Akankah Rindu bisa mencapai kebahagiaannya? Kontributor: Yuka Yoshioka, Mithanisa Fathia, Acha, Desi Lupita Sari, Noviyanti, Ferindi Ningtias, Nayy Format Pemesanan: SR_Nama L

Puisi Ode - Lukisan Malam, Pak Tua Edison

Gambar
"...Lihat lukisan itu Kau buat karya yang tidak bisa ditiru Kau telah menghapus malam Hanya dengan sebuah bohlam Pak tua, ribuan kegagalanmu Hasilkan lukisan paling indah di bumi." -Sgpd- Agenda AP 18 Februari 2020 Puisi Ode Ode merupakan puisi yang berisi sanjungan atau pujian. Kata yang digunakan bernada anggun tapi resmi. 1. Aku Oleh: Dayang Ini aku Begitu sabar dalam apapun Aku, terlalu banyak kelebihan Mereka menyayangiku, mencintaiku Oh aku, cantik sekali Aku sangat senang dalam memuji diri Karena itu adalah cara mensyukuri nikmat Tuhan yang diberi 18 Februari 2020 2. Aku Sayang Diriku Oleh: Ata Mau bagaimanapun aku tetap luar biasa Walau itu hanya dari mulut Mama Tapi aku percaya, bahwa kata Mama tiada pernah dusta Aku tidak peduli apa kata mereka Aku indah, aku cantik, aku istimewa Kalian ingin protes? Boleh, coba langsung ke Mama, berani? 18 Februari 2020 3. Pak Tua Edison Oleh: Sgpd

Puisi Cinta - Rahwana Butuh Karena, Tapi Aku Tidak!

Gambar
...Lantas, kau tanyaiku kekasih Apa lebihku dari Rahwana? Lebihku darinya ialah soal Cinta, Rahwana butuh karena, tapi aku tidak. -M Syafiq Yunensa- Agenda AP 17 Oktober 2018 1. Lebihku Dari Rahwana Oleh: M Syafiq Yunensa Aku tak akan lelah mencintaimu, Seperti Rahwana yang tak lelah mencintai Dewi Sinta yang Ayu. Meski ia harus menunggu Beratus Purnama berlalu. Tak ada Alengka yang dapat kupersembahkan, Karena bagiku, Alengka terlalu Rapuh saat dicincang Hanoman. Lantas, kau tanyaiku kekasih Apa lebihku dari Rahwana? Lebihku darinya ialah soal Cinta, Rahwana butuh karena, tapi aku tidak. 17 Oktober 2018 2. Hatiku Tertinggal Oleh: Maria Ulfa Semua katamu tersimpan di dasar laut paling rahasia Dan di dalam kesunyian semesta tenggelam di lautan mulia Aku temukan tubuh yang Melayu di antara penciptaan Sembari memahami kebisuan yang tak pernah tersampaikan Menghadirkanmu dalam setiap laku Merupakan cara indah mencintaimu Ha

Puisi Hujan - Pertemuan Antara Hujan Dan Senja di Tamu Undangan

Gambar
"Kularang kau melangkah sebelum tangis hujan reda Mencari bening di antara helai rambut legammu Mendaratkan rindu semasa kemarau bertahta padaku Sajak pertemuan di bawah kembang payung hujan" -Malven- Agenda AP 10 Jan 2020 Puisi 1. Pertemuan Antara Hujan dan Senja Oleh: Malven Guguran air menyelubungi rona pipi senja Mengembang senyum sepasang insan bertudung payung jingga Bumi sudah dijamah resapan manis hujan senja Usapan tangan di kala pintu-pintu langit terbuka Magis hujan meniduri relung-relung kerinduan Pertemuan perpisahan silih berganti tanpa salam Bagai sebujur kilat membelah angkasa tak pedulikan masa Setara air hujan kala rasa menjatuhkan lara Menatap hitam pemegang gagang payung jingga Kularang melangkah sebelum tangis hujan reda Mencari bening di antara helai rambut legammu Mendaratkan rindu semasa kemarau bertahta padaku Sajak pertemuan di bawah kembang payung hujan Teduhkan jiwa dua insan pemuja ritm

Puisi Jenuh - Asa Yang Patah, Kecewa

Gambar
...Aku kehilangan sesuatu Dalam ruang yang kita bangun bersama  Masa telah beralun bertalu Namun, hatimu tetap tenang Apakah detak untukku masih ada?... -Afifah Najma Orlin- Agenda AP 27 Agustus 2018 1. Asa Yang Patah Oleh: Wya Kini mimpi Sudah menjadi sekelompok laron Terbang Berhamburan Mencari tuan yang lebih terang Begini jika asa telah patah Hanya gelap yang ada 27 Agustus 2018 2. Beda Oleh: Sonya Awalnya menyenangkan Awalnya membahagiakan Namun kini terasa berbeda Hambar Eforia menghilang Berganti jenuh yang menyebalkan 27 Agustus 2018 3. Senyumku Adalah Bebasku Oleh: Putra Hening... Nan jauh di sana Di antara pikuk kelam Di antara rintihan yang menyemak Getaran kecil berbunyi Sssstttt... Dengar Suara siapa itu?  Sssssttt.... Dengar ''Aku adalah apa yang kau abaikan'' ''Aku adalah apa yang kau tikam'' ''Aku adalah sekumpulan rasa atas u

Puisi Kematian - Al-Fatehah Dari Sang Penjemput Kematian

Gambar
"...Kita merasa kegagalan sangat dekat. Saat masalah merapat. Tapi justru kita lupa. Kematian lebih dekat." -Melodi Senyap- Agenda AP 1 November 2019 Puisi 1. Al-Fatehah Oleh: Melodi Senyap Kita sering mengeluh. Tentang hal yang tak sesuai dengan asa. Bahkan marah. Walaw sudah tahu semua dalam sketsaNya. Kita merasa kegagalan sangat dekat. Saat masalah merapat. Tapi justru kita lupa. Kematian lebih dekat. Sedih, takut, resah, gelisah. Hal seperti itu biasa tergambarkan. Saat terlintas tentang kematian. Di antara kita juga ada yang merasa senang dan tersenyum. Bukan berarti mereka abnormal. Tapi keimanan kita sudah beda. Mereka para pencari jalan yang lurus. Ihdinas shirotol mustaqim Sirotol mustaqim Jembatan penghubung Yang ada di Akhirat sana. Sumenep, 1 November 2019 Puisi 2. Sang Penjemput Kematian Oleh: Ferindi Terlalu banyak Apa yang ada di dunia ini terlalu bany